Untuk Direnungkan oleh mereka yang belum “move on”

Meski tidak berprofesi sebagai seorang dokter, tetapi sedikit banyak saya mulai mengerti profesi mulia ini. Sejak menjadi relawan kemanusiaan dan akrab dengan dunia kesehatan sampai pada akhirnya mendapat kepercayaan dan amanah memiliki pendamping hidup seorang isteri yang berprofesi sebagai dokter.

Mungkin saya salah satu dari sekian juta pria yang harus banyak bersyukur karena telah melewati masa jomblo (belum menikah) dan berhasil move on dari masa penuh cobaan, harap bersabar ini adalah ujian bagi yang masih jomblo alias belum menikah.

Ayo lekas genapkan sebagian agamamu bagi yang masih betah menjomblo, yang suka wara wiri, nongkrong sana sini tapi belum jelas endingnya nanti sakit hati lagi, patah hati bertubi-tubi untuk kesekian kali… (tissue lagi tissue lagi…)

Yang lebih bahayanya lagi saat ini muncul penyakit di sebagian kalangan pria-pria yang suka fitness seperti kasus The Wild One sungguh ini sangat keterlaluan dan di larang oleh agama. Nauzubillah..

Waspada bagi para perempuan yang masih jomblo segeralah jika ada pria baik yang sholeh dan baik akhlaknya datang padamu (jangan ditolak), dan saya sarankan bagi para isteri-isteri untuk lebih menyayangi suaminya jangan sampai suaminya di “taksir” oleh mereka. Haraap bersabar ini ujiaan…

Melanjutkan tulisan ini, betapa khawatirnya saya ketika mengetahui betapa berat tanggungjawab profesi mereka sebagai dokter. Sebenarnya bukan hanya dokter saja tapi semua profesi dan pekerjaan yang lain seperti guru, dosen, pegawai, atlet, supir, petani, nelayan, pilot dan lainnya. Semua memiliki tanggungjawab dan resiko atas pekerjaannya.

Bagi saya yg paling menjadi “nightmare” itu adalah ketika isteri saya bercerita akan melakukan tindakan operasi pasien yg sudah positif HIV.

Meski sudah berbaju “astronot” dengan tim kamar operasi dengan perlindungan standar perlindungan maksimal “universal precaution”
Tetap saja resiko “kecelakaan” yg tidak dikehendaki bisa kapan saja terjadi.

Sekali jarum suntik “nyasar” ke jari mereka atau pisau bedah Tak sengaja mendarat dikulit mereka…. maka KELAR IDUP LO
(kalo minjem istilah ABG sekarang)

Tapi apakah mereka (dokter) menolak tindakan yg Penuh resiko tersebut?…. maaf mereka sudah disumpah untuk menolong setiap insan yg membutuhkan pertolongan.

Dari sekian kasus operasi pasien HIV sebagian besar berlatar belakang perilaku seks yg menyimpang, LGBT, Lesbian Gay Biseks, Transgender, dan akibat penyalahgunaan narkoba.

Yang paling terbaru ketika isteri saya hendak melakukan tindakan cesar pasien yang positif HIV AIDS. Sungguh ini sangat mengkhawatirkan sekali bagi saya. OOhhh Tuhan Tolong Jaga Mereka Para Petugas Medis Dari Segala Penyakit Yang Membahayakan Jiwa dan Nyawa Mereka

Apa Yang ada dalam benak para pendukung LGBT ??
Seandainya kalian sekali saja berada pada posisi mereka, ketika:
– menjadi dokter dan tenaga medis yg mengoperasi pasien tsb
– menatap pandangan kosong pasien dan keluarga nya ketika dokter memberikan penjelasan dan mereka pertama kali mengetahui bahwa mereka mengidap HIV.
Tentu para pendukung LGBT akan berpikir 1000 kali utk melakukan kampanye dukungannya terhadap perilaku seks menyimpang tersebut.

Kalau para pendukung perilaku LGBT berkampanye karena alasan persamaan Hak

Seharusnya mereka…. para dokter juga berhak berkampanye menolak LGBT karena alasan kemanusiaan… dan kami sebagai pasanganya tentu juga memikirkan yang sama untuk kebaikan pasangan kami. Tapi kami yakinkan tujuan mulia mereka adalah menolong  siapa saja, tidak berdasar latar belakang sosial dan ekonominya.

Ayolah sudahi saja semuanya, segera taubat memohon ampun. Nggak kasian melihat generasi bangsa ini ke depan ? apa nggak pada takut seandainya besok mati masih penuh dengan dosa maksiat karena belum sempat tobat??

Ngerii kawan, selain mendapat ajab didunia niscaya jauh lebih menyakitkan lagi saat di laknat Allah SWT di akhirat nanti.. Semoga Allah SWT mengampunkan dosa-dosa kita semuanya. Aamiin..

Ayolah Move On,…

instagram @2tangan

#inspirasidariceritadokterlain #semogabermanfaat #careandshare #sharinghappiness #peduliituindah #isteripetugasmedis #isterinyadokter

 

 

 

Advertisements