Kalimat “manusia tempatnya salah” sudah sering kita dengar, dan kenyataanya memang demikian. Sejak kecil kita sering melakukan ‘kesalahan’ contoh paling sederhana adalah saat kita masih balita, kita senang sekali menyoret dinding, menarik taplak meja, nyerakin mainan, jatuhkan makanan, pipis sembarangan dan masih banyak lagi ‘pelanggaran’ yang kita lakukan.
Sebagian orangtua langsung ‘bertanduk’ menghadapi masalah ini dan langsung memarahi anaknya ,’kamu bandel sekali…nggak bisa diam,..dan bla bla bla…’ apa reaksi anak?? Kaget dan langsung menangis atau cemberut karena tidak tahu kenapa kita marah… lalu apakah dia akan mengulanginya lagi?? Kebanyakan ya.

Ajarkan yang benar dan salah…
Proses pengajaran…
Kapan proses pengajaran itu berlangsung?? Ya selama proses pengasuhan berlangsung, bahkan sejak anak dalam kandungan isteri.
Segera renungkan,
Jika kita menganggap sekolahlah yang harus memenuhi kewajiban itu??
Sering sekali saya mendengar seorang ibu, cerita dari saudara dan teman2 yang sudah memiliki anak sering berkata “loh buat apa menyekolahkan anak disekolah yang bagus dan mahal kalau tidak diajarkan yang baik dan buruk, mana yang boleh mana yang tidak, mana yang benar mana yang salah??”….

Lalu tugas siapa sebenarnya untuk memberi guidance bagi anak agar selamat?? Siapa yang akan dimintai pertanggungjawaban jika anak melakukan pelanggaran, kelak?????

Alhamdulillah, setelah menikah 3 tahun dengan isteri tersayang Pebri Warita Pulungan , ternyata menjadi seorang suami bukan sekedar mencari nafkah dan membahagiakan keluarga dengan mencukupkan kebutuhan mereka tidak hanya sandang pangan tapi juga bekal ilmu agama karena pada prinsipnya long life learning dan long life education…
Tetap bersyukur ditengah kesibukan kami mempersiapkan proses studi lanjut, namun kasih sayang dan proses pengajaran kepada anak tidak kami tinggalkan, tanpa pengasuh walaupun kerepotan tapi begitu menyenangkan. tak terlewat momen paling bahagia ketika melihat wajah anak tidur pulas, saat membuka mata dan tersenyum memanggil “abi”…”bunda”… subhanallah….luar biasa dahsyatnya panggilan itu, seperti suara paling menggetarkan selain kata “SAH” pada saat ijab kabul 🙂

Karena anak kita pasti berbeda dengan kita, jangan paksakan dia untuk menjadi seperti kita.

#daddycare #momscare #parenting

Advertisements